![]() |
| Dok. Pasaman post Media cetak dan digital Pemda Pasaman Barat Dorong Integrasi Data Stunting hingga Tingkat Nagari |
Pasaman Barat - Pasaman post.com |
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting dengan mengintegrasikan data hingga ke tingkat nagari. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Membangun Kesamaan Pemahaman dan Komitmen Integrasi Data Konvergensi Stunting yang digelar di Nagari Kapa dan Giri Maju pada 19-20 November 2025.
Pertemuan ini merupakan kolaborasi antara Pemda Pasaman Barat, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta sebagai bagian dari Program Stunting 2.0 tahun 2025-2028. Program ini melanjutkan pendampingan periode 2022-2024 yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas daerah.
Rafki Junaidi, SKM, (tautan tidak tersedia) dari Bappelitbangda, menekankan bahwa integrasi data stunting sangat penting untuk memastikan akurasi layanan, transparansi, dan kebijakan yang tepat sasaran. "Data yang valid menjadi fondasi dalam penyusunan perencanaan dan intervensi yang efektif untuk percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Camat Luhak Nan Duo, Sutrisno, juga menegaskan pentingnya penyelarasan data stunting antar pemangku kepentingan di tingkat nagari. "Kita harus menyamakan dan menyelaraskan seluruh data di nagari. Data harus melalui proses FGD, rembuk stunting, dan terintegrasi lintas sektor," katanya.
Pemda Pasaman Barat telah mencatat progres signifikan dalam lima tahun terakhir. Prevalensi stunting di Pasaman Barat turun dari 29,7% pada tahun 2023 menjadi 26,6% pada tahun 2024.
Wali Nagari Kapa, Nofrizon, menekankan pentingnya keseragaman data di tingkat nagari sebagai dasar perencanaan. "Kita tidak ingin terjadi perbedaan data antara kader, bidan, dan puskesmas. Di Nagari Kapa, terdapat 14,57% atau sekitar 136 anak stunting. Data ini harus sesuai dengan kondisi lapangan agar intervensi yang dilakukan tepat dan efektif," tegasnya.
Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah nagari dan TP3S mengenai pentingnya integrasi data stunting. Selain itu, pertemuan ini juga mendorong terciptanya komitmen pembagian peran dalam pengembangan platform POPS, memperkuat keterlibatan aktif OPD dan stakeholder lintas sektor, serta menghasilkan rencana tindak lanjut untuk mengimplementasikan integrasi data stunting di tingkat nagari.
Redaksi Pasaman post.

