![]() |
| Dok. Pasaman post Media cetak dan digital Solidaritas Tanpa Batas: Tim Predator Fishing Pasaman Barat Terjang Lumpur Demi Korban Bencana di Talu |
Pasaman Barat – Pasaman post.com |
Di tengah duka mendalam yang menyelimuti Nagari Sinuruik, secercah harapan muncul melalui aksi nyata kepedulian sesama, tim Predator Fishing Pasaman Barat, sebuah komunitas pemburu ikan yang dikenal dengan kekompakannya, resmi menerjunkan personel dan bantuan langsung ke lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.(20/12/2025)
Rombongan yang dipimpin langsung oleh sang Ketua, Martin Canra, menempuh perjalanan menuju Jorong Perhimpunan dan Jorong Kemajuan di Nagari Sinuruik. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menyentuh langsung tangan-tangan saudara yang sedang berjuang di tengah sisa-sisa lumpur dan air mata.
Dengan nada penuh empati, Martin Canra menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk panggilan jiwa. Baginya, penderitaan warga Talu dan Sinuruik adalah penderitaan mereka juga.
"Kami turut prihatin atas bencana longsor dan banjir bandang yang menimpa saudara-saudara kami. Apa yang kami bawa hari ini hanyalah buah tangan kecil, sangat kecil jika dibandingkan dengan beratnya beban penderitaan yang dialami keluarga kami di Nagari Sinuruik," ujar Martin saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Martin mengaku sangat tersentuh dengan sambutan hangat warga. Baginya, kunjungan ini terasa lebih dari sekadar aksi sosial; ini adalah sebuah perjalanan pulang.
"Ternyata banyak keluarga kami di sini.
Kehadiran kami sejatinitasnya bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, tapi untuk berbagi empati dan duka. Semoga langkah kecil ini bisa mempererat tali persaudaraan kita," tambahnya.
Bencana alam mungkin telah merenggut harta benda, kenyamanan, bahkan nyawa. Namun, di balik itu semua, ia juga menyingkap sisi terbaik manusia: kepedulian yang tak bertepi. Aksi Tim Predator Fishing ini mengirimkan pesan kuat bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.
Kehadiran tim dari Simpang Empat dan sekitarnya ini diharapkan mampu menjadi pelipur lara dan pemantik semangat bagi warga terdampak untuk kembali bangkit.
Filosofi Kehidupan: Menjadi Pelangi Bagi Sesama.
Menutup kegiatan tersebut, sebuah refleksi mendalam terucap sebagai penyemangat. Bahwa hidup adalah arena latihan bagi jiwa yang tak kenal lelah.
"Kita adalah pelangi di awan kehidupan. Warna-warna kita akan bermakna bila kita bersinar bersama. Mari kita jadikan setiap detik, setiap langkah, dan setiap keringat sebagai ibadah dan jejak kebaikan," tutur Martin dalam doanya.
Semangat olahraga dan juang yang dibawa Tim Predator Fishing diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak. Karena bagi mereka yang terdampak, sekecil apa pun kepedulian kita, itu adalah harapan yang sangat berarti bagi masa depan mereka.
Penulis: Dedi Effendi
Redaksi: PasamanPost.com

