![]() |
| dok. Pasaman post Media cetak dan digital Direktur LBH Sidik Jari Adv. Azwar Siri, SH, C.Med, CPL Jadi Narasumber Seminar Mediasi di Hotel Axana Padang |
Padang — Pasaman post.com |
Lembaga Bantuan Hukum Sidik Jari (LBH Sidik Jari) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penyelesaian sengketa yang berkeadilan melalui jalur non-litigasi dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Mediasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa”.(07/02/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Axana Padang, pada Sabtu, 7 Februari 2026, dan berlangsung dengan sukses serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
![]() |
| Azwar siri SH Cmed Cpl |
Seminar ini menghadirkan Direktur LBH Sidik Jari, Advokat Azwar Siri, SH, C.Med, CPL, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Azwar Siri menegaskan bahwa saat ini angka sengketa dan konflik hukum di tengah masyarakat terus mengalami peningkatan.
Hal tersebut tercermin dari semakin banyaknya perkara yang masuk dan menumpuk di lembaga peradilan.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perkara yang masuk ke pengadilan semakin hari semakin meningkat.
Kondisi ini menuntut adanya solusi yang lebih efektif, cepat, dan berkeadilan, salah satunya melalui mekanisme mediasi,” ujar Azwar Siri di hadapan peserta seminar.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, setiap perkara perdata yang masuk ke pengadilan wajib terlebih dahulu ditempuh melalui proses mediasi sebelum hakim memeriksa pokok perkara.
Oleh karena itu, keberadaan mediator yang kompeten dan profesional menjadi sangat penting dalam sistem peradilan maupun di luar pengadilan.
Lebih lanjut, Azwar Siri juga menekankan bahwa upaya mediasi tidak hanya relevan di dalam pengadilan, tetapi justru sangat dianjurkan untuk dioptimalkan di luar pengadilan sebelum sengketa berlanjut ke ranah litigasi.
Menurutnya, penyelesaian sengketa melalui mediasi memiliki banyak keunggulan dibandingkan proses persidangan.
“Mediasi adalah jalan tengah yang lebih manusiawi. Prosesnya lebih cepat, biayanya ringan, serta mampu menghadirkan solusi yang mendekati rasa keadilan bagi para pihak karena mengedepankan musyawarah dan kesepakatan bersama,” jelasnya.
Seminar ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah serta berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari praktisi hukum, akademisi, aktivis lembaga bantuan hukum, tokoh masyarakat, hingga calon mediator.
Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman serta penguatan kapasitas di bidang mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa.
Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif, di mana para peserta berkesempatan menggali lebih dalam praktik mediasi, peran mediator, serta tantangan dan peluang penerapannya di masyarakat.
![]() |
| Penyerahan sertifikat seminar mediator Profesional Non Hakim |
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan penyelesaian sengketa secara damai dan berkeadilan.Dengan terselenggaranya seminar ini, LBH Sidik Jari berharap dapat melahirkan lebih banyak mediator yang profesional dan berintegritas, sekaligus mendorong budaya penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan perdamaian.
Redaksi Pasaman post.



