![]() |
| Dok. Pasaman post Media cetak dan digital Kebersamaan Jamaah Usai Sholat Jum’at di Masjid Raya Sungai Pua Tanjung Mutus, Wujud Silaturahmi dan Kepedulian Kampung Halaman |
Padang Pariaman — Pasaman post.com | Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak terasa usai pelaksanaan Sholat Jum’at di Masjid Raya Sungai Pua, Tanjung Mutus. Momen yang biasanya diakhiri dengan aktivitas masing-masing, kali ini justru dimanfaatkan oleh para tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan generasi muda untuk duduk bersama, bersilaturahmi, serta berdiskusi santai mengenai perkembangan kampung halaman.(10/04/2026)
![]() |
| Kebersamaan sesudah sholat Jum'at di masjid sungai pua tanjung mutus |
![]() |
| Ketua pembangunan mesjid Alfa Edison |
Kegiatan penuh keakraban tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Tampak hadir Alfa Edison selaku Ketua Pembangunan Masjid Raya, Mak Darek Garin yang juga dikenal sebagai imam sholat lima waktu, serta Mak Katik Bukik yang berperan sebagai khatib masjid. Turut hadir pula Hasan Basri sebagai bilal masjid, Baharuddin Syam selaku bendahara masjid, dan Alibasar yang dipercaya sebagai labai basa.
![]() |
| Wali nagari bersama tokoh masyarakat |
![]() |
| Lamban tokoh masyarakat dan donatur dari rantau |
Tidak hanya dari kalangan pengurus masjid, kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat Hendri Dunan, serta para pemuda seperti Andri Muzaki dan Amar yang menjadi representasi generasi penerus kampung.
Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, mereka duduk bersama sambil berbincang ringan namun penuh makna. Berbagai topik dibahas, mulai dari kondisi sosial masyarakat, perkembangan pembangunan kampung, hingga harapan untuk masa depan generasi muda di Sungai Pua.
Menariknya, kebersamaan tersebut semakin terasa hangat dengan hadirnya pedagang jagung yang berjualan di sekitar lokasi. Sambil menikmati jagung rebus, obrolan pun mengalir dengan lebih cair, mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antar sesama warga.
Menurut beberapa tokoh yang hadir, kegiatan sederhana seperti ini memiliki nilai yang sangat besar. Selain mempererat tali silaturahmi, momen tersebut juga menjadi ruang diskusi informal yang efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap kampung halaman.
“Kebersamaan seperti ini penting untuk terus dijaga. Dari sinilah kita bisa saling bertukar pikiran dan mencari solusi terbaik untuk kemajuan kampung,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Masjid sebagai pusat kegiatan umat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menjadi pusat komunikasi sosial masyarakat.
Diharapkan, kebersamaan seperti yang terjadi usai Sholat Jum’at ini dapat terus dilestarikan dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, solid, dan penuh semangat gotong royong dalam membangun kampung yang lebih baik ke depan.
Red.





