-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemuda Aia Gadang Gebrak Literasi Digital, Gelar School Journalist & Creative Content Academy 2026 di SMA Negeri 1 Lubuk Alung

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T07:56:02Z

Pemateri Scholl Journalism & Creative Content Academy 2026
(Dok. Foto: istimewa)

PASAMAN POST.COM, PADANG PARIAMAN - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten di media sosial, kemampuan menulis berita, memverifikasi fakta, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab menjadi keterampilan penting bagi generasi muda.


Menjawab tantangan tersebut, Pemuda Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, menggelar School Journalist & Creative Content Academy 2026 di SMA Negeri 1 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026).


Mengusung tema “Cerdas Bermedia, Kritis Berkarya, Bijak Menyebarkan Informasi,” kegiatan ini berfokus pada penguatan literasi media, pembelajaran penulisan artikel berita, pengenalan dasar-dasar jurnalistik, serta pengembangan konten kreatif di kalangan pelajar.


Program ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus membangun karakter yang kritis, kreatif, dan berintegritas.


Kegiatan tersebut menghadirkan Andri Muzaki, founder PT Satunusa Mediapost Group, bersama Ilhamdi Ahmad selaku koordinator media, sebagai tim mentor utama. Keduanya terlibat dalam upaya memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik serta produksi konten kreatif kepada pelajar.


Kuasai 5W+1H, Fondasi Penting Penulisan Berita

Salah satu dasar penting dalam penulisan berita adalah pemahaman terhadap unsur 5W+1H, yakni What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).


Keenam unsur tersebut membantu penulis menyusun informasi secara sistematis, jelas, dan mudah dipahami pembaca. Dalam praktiknya, penulisan berita tidak sekadar merangkai kalimat, tetapi juga membutuhkan proses pengumpulan data, wawancara, pemeriksaan fakta, serta penyusunan informasi berdasarkan kepentingan publik.


Pelajar perlu memahami cara menentukan topik, menggali informasi dari narasumber, memilih sudut pandang berita, menyusun judul yang menarik, menulis teras berita (lead), dan mengembangkan isi artikel secara runtut. Setiap informasi yang disampaikan harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.


Penerapan prinsip tersebut menjadi penting di tengah kemudahan masyarakat memproduksi dan menyebarkan informasi melalui media sosial. Tanpa kemampuan memeriksa fakta, informasi yang keliru dapat menyebar luas dan menimbulkan kesalahpahaman.


Karena itu, literasi jurnalistik di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan memeriksa sumber, membedakan fakta dan opini, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi.


Kreativitas Konten Harus Sejalan dengan Integritas

Selain penulisan berita, School Journalist & Creative Content Academy 2026 juga mengangkat perkembangan industri konten kreatif sebagai peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan keterampilan digital.


Fotografi, videografi, penulisan narasi, desain visual, wawancara, dan produksi konten media sosial merupakan sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan ide serta menyampaikan pesan kepada masyarakat.


Namun, konten yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan visual menarik atau jumlah penonton. Ketepatan informasi, kejelasan pesan, etika komunikasi, dan manfaat bagi audiens merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam setiap karya.


Generasi muda juga memiliki peluang untuk memanfaatkan keterampilan tersebut dalam mengangkat potensi daerah, kebudayaan, pendidikan, kegiatan masyarakat, hingga kisah inspiratif di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang kreatif dan berlandaskan fakta, karya digital dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah kepada khalayak yang lebih luas.


Andri Muzaki dan Ilhamdi Ahmad Perkuat Peran Mentor Media

Keterlibatan Andri Muzaki sebagai founder PT Satunusa Mediapost Group dan Ilhamdi Ahmad sebagai koordinator media menempatkan pengalaman dan perspektif dunia media sebagai bagian dari upaya pengembangan keterampilan generasi muda.


Melalui peran sebagai tim mentor utama, keduanya mendukung pengenalan praktik jurnalistik dan produksi konten kreatif kepada pelajar, dengan penekanan pada pentingnya pengolahan informasi, penyajian berita yang terstruktur, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada publik.


Bagi Pemuda Aia Gadang, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi pemuda dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, penguatan literasi digital, dan peningkatan keterampilan komunikasi.


Pemuda tidak hanya berperan sebagai bagian dari perubahan sosial, tetapi juga dapat mengambil inisiatif dalam menghadirkan ruang belajar, memperluas wawasan, dan mendorong generasi berikutnya untuk berkembang sesuai tantangan zaman.


Kolaborasi antara komunitas pemuda, praktisi media, dan lingkungan pendidikan juga berpotensi membuka ruang pengembangan lanjutan, seperti praktik penulisan artikel berita, wawancara, produksi video, pengelolaan media sekolah, dan publikasi karya pelajar secara berkelanjutan.


Membangun Generasi Muda yang Cerdas Bermedia

Melalui School Journalist & Creative Content Academy 2026, pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang jurnalistik dan konten kreatif, tetapi juga membangun kebiasaan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan mengedepankan etika dalam bermedia.


Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.


Pemuda Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, mendorong agar semangat literasi media tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus berkembang melalui praktik, kolaborasi, dan karya nyata generasi muda.


Cerdas Bermedia, Kritis Berkarya, Bijak Menyebarkan Informasi.

Pesan tersebut menjadi landasan penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya piawai memproduksi konten, tetapi juga mampu menjaga integritas, menghargai fakta, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

×
Berita Terbaru Update