![]() |
| Dok. Pasaman post Media cetak dan digital Pemkab Pasaman Barat terus maksimalkan cari korban tertimbun longsor |
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus maksimalkan pencarian terhadap tiga orang korban tertimbun longsor dan pembukaan jalan yang tertimbun di Tinggam, Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau, Selasa.(09/12/2025)
"Dengan perpanjangan masa tanggap darurat bencana pencarian terhadap korban tetap kita lanjutkan dengan menggunakan tiga unit alat berat ekskavator," kata Wakil Bupati Pasaman Barat M hpan usai meninjau lokasi banjir di Talamau, Selasa.
Menurutnya, pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim gabungan mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, relawan dan perwakilan masyarakat.
"Sambil mencari korban, alat berat juga membuka akses jalan karena warga Bateh Samuik Tombang masih terisolasi karena kendaraan belum bisa melalui jalan longsor," katanya.
Hingga Selasa (9/12) sore, dari satu kilometer baru sekitar 800 meter jalan yang sudah terbuka.
"Kita menargetkan dalam dua hari ini akses jalan menuju Bateh Samuik Tombang sudah bisa dilalui kendaraan," harapnya.
Untuk pencarian korban, jelasnya, pihaknya akan terus melakukan pencarian secara maksimal hingga waktu tidak ditentukan sampai ada keputusan bersama.
Usai meninjau pencarian korban longsor Wakil Bupati M.Ihpan didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Yosmar Difia, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah Zulfi Agus dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Handoko menyerahkan Kartu Tanda Penduduk serta kartu keluarga korban selamat serta keluarga korban longsor yang kehilangan seluruh dokumen kependudukannya.
Hingga Selasa (9/12), bencana alam Pasaman Barat bencana alam banjir dan longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, tiga orang hilang, lima orang luka, mengungsi 4.365 jiwa dan 55.300 jiwa.
Selain itu, juga menyebabkan 46 unit rumah rusak berat, 18 unit rusak sedang, 22 unit rusak ringan, 5.171 unit rumah terendam banjir, 13 unit rumah hanyut dan 31 sekolah terdampak.
Juga merusak satu perkantoran, tiga fasilitas kesehatan terdampak, enam tempat ibadah terendam, 12 jembatan rusak, 10 ruas jalan terdampak dan 921,25 hektare lahan pertanian terdampak.
Redaksi Pasaman post.

